Tuesday, March 21, 2017

SELEMBAR SUARA UNTUK INDONESIA

Berhubung hari ini adalah Hari Puisi Sedunia, gue bakalan nge-post puisi karya gue nih tentang alam Indonesia. Kalau puisinya kurang joss harap dimaklumin ya wkwk. Tapi niat gue buat puisi ini sangat tulus kok yang tak lain dan tak bukan adalah sebagai wujud kecintaan dan terima kasih gue kepada lukisan alam yang ada di Indonesia ini. Di dalamnya gue juga mengungkapkan kekecewaan gue dengan kondisi alam yang semakin hari semakin buruk karena sikap egoisnya manusia-manusia serakah yang haus akan rupiah (aseekkk mulai tinggi bahasanya). Oke langsung aja silahkan dibaca, dinikmati, dan dikaji, bahkan lu sahre post-an ini juga gapapa (wkwk ngarep banget gue)




Salam Untuk Indonesia



Salam untukmu indonesia

Daratan dan lautmu  begitu indah

Gunung yang menjulang tinggi begitu mempesona

Gemercik air yang mengalir dapat menentramkan jiwa



                                                                                Namun kini semua terasa berbeda

Hutan asri yang terlihat elok sudah dirusak oleh manusia serakah

Lautan biru sejauh mata memandang sudah tercemar oleh sampah

Ini semua terjadi hanya demi uang semata



Banyak pepohonan merintih kesakitan

Juga flora dan fauna yang mulai terabaikan

Aku  tak rela jika alam yang indah ini nantinya dimusnahkan

Karena ini adalah warisan yang harus tetap dilestarikan



Kicauan burung yang bersahutan

Hamparan bunga abadi edelweiss yang terpampang

Jangan sampai semuanya hilang

Oleh kemurkaan dan ketamakan



Akan selalu ku tapaki jejak langkahku

Untuk sebuah petualangan yang tak ku tahu kemana yang harus dituju

Alam telah banyak memberiku ilmu

Sudah sepatutnya ku jaga bumi pertiwiku



Negeri ini menyimpan sejuta misteri

Negeri ini pula yang memberikan banyak arti

Arti dari sebuah kehidupan yang hakiki

Untuk saling menjaga dan melindungi



Saatnya kaki untuk melangkah

Serta tangan yang menjangkau semua

Tekad yang bulat di dalam jiwa

Demi lestarinya Alam Indonesia



Apapun yang kuhadapi nanti

Akan ku lawan demi lukisan indah negeri ini

Aku akan terus berjanji padamu negeri

Kan ku kibarkan sang saka merah putih di daratan-daratan tertinggi
 

Monday, March 20, 2017

TENTANG GUE




Nama gue adalah Dimas Aditya, biasa disebut Dimas dan dipanggil Dimas. Gue adalah seorang manusia yang dilahirkan di dunia fana pada  tanggal 11 Januari tahun 2000. Dilahirkan di kota Metropolitan Jakarta, membuat gue sering menghirup asap kendaraan Ibukota. Gue dilahirkan dari sepasang suami istri kelahiran Surabaya dan Jogjakarta. Seorang Dimas hanyalah manusia biasa yang tak terlalu tampan namun bisa dibilang ganteng. Gue suka bernafas dan makan nasi seperti halnya orang-orang lain.

Gue adalah seorang yang humoris, putitis, kritis, dan idealis. Walau kadang muka sadis dan dompet tiris tapi gue mempunyai hati yang romantis. Ngomongin soal travelling, touring, dan writing, itu adalah kegemaran gue. Gue mempunyai mimpi besar dari segala mimpi gue yang lainnya, yaitu bisa mengenal Indonesia lebih dekat dengan kearifan lokal dan budayanya.

Kira-kira itu adalah sepenggal kisah pendek yang pernah gue buat dari sekian kisah pendek yang lainnya. Semoga isi tulisan gue bisa membuat kalian nyaman dan betah baca semua story gue nantinya. Semua hidangan yang ada di blog gue ini gue buat dengan sepenuh hati yang dibalut dengan rasa kebanggan tersendiri demi menciptakan kepuasan bagi para pembacanya (terlalu tinggi bahasa gw. wkwk).


Thursday, March 16, 2017

PANTAI TIMANG dan GONDOLA LAUT SELATAN


Pantai Timang adalah salah satu dari sekian banyak objek wisata pantai yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tepatnya pantai ini berada di Padukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogjakarta. Perjalanan ke Pantai Timang dari kota Jogjakarta memerlukan waktu sekitar 3 jam. Akses jalan untuk mencapai pantai ini cukup sulit karena berada di daerah terpencil dan jalan yang dilewati pun masih ada jalan bebatuan.



FOTO OLEH: KOMPASIANA

Pantai Timang memiliki keunikan tersendiri dari pantai-pantai lainnya, yaitu mempunyai sebuah gondola yang biasa digunakan masyarakat sekitar untuk pergi ke Pulau Watu Panjang atau Batu Panjang yang berjarak sekitar 100 meter. Gondola tersebut terbuat dari kayu dan bambu yang dirangkai dengan tambang tali yang yang sangat kuat. Selanjutnya gondola tersebut akan ditarik oleh beberapa orang sehingga dapat bergerak ke Pulau Watu Panjang.



FOTO OLEH: JAWON ADVENTOURS


Anda dapat mencoba menaiki kereta gantung atau gondola tersebut dengan membayar Rp. 200.000. Memang harga tersebut terbilang mahal, karena gondola tersebut digerakkan secara manual. Jadi kita akan ditarik oleh beberapa orang yang sudah terlatih untuk sampai ke seberang. Ketika anda berada di atas gondola tersebut,, anda dapat merasakan sensasi andrenalin yang cukup membuat bulu kuduk anda merinding.



FOTO OLEH: KOMPAS


Pantai Timang sendiri diapit oleh pantai-pantai sepanjang pesisir daerah Tepus. Di sebelah barat pantai ini terdapat pantai-pantai yang sejajar dengan Timang, yaitu Pantai Seruni, Pantai Pok Tunggal, dan Pantai Ngetun. Di sebelah timur pantai ini terdapat Pantai Jogan, Pantai Siung, dan Pantai Nglambor.


Pantai Timang masih belum banyak dikembangkan, oleh sebab itu pantai ini masih terkesan alami. Pantai ini terdiri dari hamparan pasir putih dan tumbuhan pandan liar di sekelilingnya. Disaat air surut, kita bisa melihat warga sekitar yang sibuk mencari rumput laut atau sekedar memancing. Biasanya pemandangan ini bisa kita jumpai saat menjelang sore hari.



FOTO OLEH: EANINDYA


Untuk urusan fasilitas yang ada, sebenarnya saya rasa sudah cukup memadai. Contohnya sudah ada toilet, tempat parkir, dan warung-warung kecil yang menjajakan aneka makanan atau minuman. Kalau hari libur panjang tiba, biasanya warung-warung yang menjajakan aneka makanan dan minuman ini akan bertambah ramai.


Sebelum anda pergi ke tempat ini saya sarankan pastikan kendaraan anda dalam keadaan normal, karena jalan yang akan dilalui tidaklah mulus. Jika anda sangat tertarik dengan aktivitas yang memacu adrenalin, pantai ini adalah salah satu tempat yang wajib anda kunjungi.

Wednesday, March 8, 2017

STONE GARDEN BANDUNG, SPOT KEREN MIRIP CHRISTMAS ISLAND

Banyak yang bilang kalau Stone Garden mirip dengan Christmas Island yang ada di Australia. saya akui memang Stone Garden yang lokasinya berada di Padalarang, Bandung ini memang mempunyai spot foto yang keren. Terutama buat para orang yang suka hunting foto, saya rasa tempat ini harus dijadikan salah satu list spot hunting yang wajib dikunjungi. Bahkan banyak orang yang datang kemari hanya untuk sekedar foto-foto untuk diunggah ke media sosial mereka. Tak jarang juga tempat ini juga kerap dijadikan tempat foto prewedding dan juga tempat syuting film.

sg-1.jpg 
FOTO OLEH: FIQRI AL-HAKIM

Objek wisata yang juga sering disebut Stone Garden Cipatat atau Geo Park Cipatat ini merupakan taman yang saya rasa terbilang unik, sebab kebanyakan taman pada umumnya akan diisi dengan pepohonan atau tanaman namun ditempat ini akan terlihat hamparan gunung batu yang diperkirakan oleh para ahli berusia 27 juta tahun. Stone Garden Padalarang ini berada di sekitar 709 meter di atas permukaan aur laut.

Waktu yang ditempuh dari Jakarta menuju ke tempat ini terbilang cukup lama jika menaiki kendaraan roda dua, yaitu sekitar 5 jam. Rute yang saya lewati saat menuju tempat ini yaitu melewati Puncak Bogor, kemudian mengikuti jalan yang menunjukan arah ke Padalarang. Waktu terbaik untuk berkunjung kemari adalah pada pagi atau sore hari saat sunset. Pemandangan pada pagi hari sedikit berkabut namun udaranya masih sangat segar.





sg-2
Foto Oleh: Deril Iqbal

Harga tiket masuk jika kita langsung ke Stone Garden adalan sebesar Rp.3000/orang dengan tarif parkir kendaraan mobil Rp.10.000 dan motor Rp.5000. Sedangkan jika kita masuk melewati Goa Pawon yaitu sebesar Rp.6000/orang.

Begitu saya sudah sampai di tempat ini, saya langsung dimanjakan dengan pemandangan alam sekitar Padalarang yang terlihat hijau.  Ketika pertama kali saya melewati pintu masuk, jalanan yang ada akan terus menanjak. Batuan-batuan besar pun menyambut kedatangan saya, serta padang rumput yang menjadi permukaan tempat saya berjalan.



sg-3
Foto Oleh: Deril Iqbal

Kemudian saya menyusuri jalan yang menanjak untuk mencapai puncak bukit. Perlu diketahui bagi para pengunjung, sepanjang jalan menuju puncak bukit Stone Garden ini kita akan berjumpa dengan monyet-monyet liar yang ada di sana. Perjalanan menuju puncak bukit memakan waktu sekitar 20-30 menit.

Setelah tiba di puncak bukit, saya lagi-lagi  disuguhkan dengan indahnya Padalarang seperti hamparan pertanian milik warga sekitar yang terlihat hijau, langit yang terbuka lebar, Gunung Masigit yang terlihat menjulang, pabrik-pabrik pasir,  truk-truk pengangkut yang pasir, hingga  jalan raya yang sebelumnya saya lewati juga samar terlihat di kejauhan. Saat terik matahari menyengat, tak perlu khawatir akan merasakan panas karena terdapat beberapa gubuk-gubuk kecil yang bisa kita gunakan untuk berteduh.

sg-4.jpg
Foto Oleh: Daplur

Jam operasional atau jam buk Stone Garden dibuka setiap hari dari hari Senin s/d Minggu selama 24 jam. Perlu diketahui faslititas yang ada di Stone Garden ini saya rasa cukup memadai  seperti toilet, tempat beribadah, pondok/gazebo, warung yang menjajakan makanan atau aksesoris dan yang lainnya.

Nah, demikian sedikit informasi salah satu dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Bandung yaitu Stone Garden. Salah satu tempat wisata unik dan bersejarah yang ada di Padalarang, Bandung, Jawa Barat. Tertarik untuk kesana? Namun sebelum kesana saya sarankan anda mengetahui budget yang diperlukan serta rute yang akan dilewati.